Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

PARAH ! Karena Ingin Rebut Jabatan, Tim Anies-Sandi Saling Sikat Dan Gigit-Gigitan


FUNESIA.NET-Kelakuan orang yang gila jabatan itu memang tidak jauh dari keributan, saling serang dan saling sikat satu sama lainnya. Ini fakta yang tak terbantahkan. Anies-Sandi dulu kerap bikin keributan selama masa pilkada DKI 2017 karena mereka gila jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI. Jadi harap maklum.




Kini aura gila jabatan mereka mulai menular ke para tim dibawahnya. Buah memang jatuh tidak jauh dari pohonnya. Belum mulai menjabat sudah ribut, bagaimana kalau sudah dilantik nanti jadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI? Bisa cakar-cakaran, gontok-gontokkan, gigit-gigitan.

Anies-Sandi kini mulai kena batunya, bagaikan makan buah simalakama, maju kena, mundur kena. Ramai-ramai timnya yang dulu merasa paling berjasa memenangkan mereka kini pada ribut satu sama lain, merasa paling tahu segalanya, saling serang dan saling sikat demi jabatan, demi ego agar dianggap paling berjasa.

Mulai dari Ahmad Dhani, artis yang sudah tidak laku lagi di blantika musik nasional, lalu putar haluan dengan terjun ke dunia politik, namun tidak laku juga, lalu banting setir bisnis kuliner, sami mawon tidak laku juga, kini tanpa punya malu lagi menawarkan diri dengan mengemis jabatan minta jadi pengurus Museum segala.

Alih-alih dapat jabatan agar asap dapur tetap mengepul, malah kena embat dari Sudirman Said, sang Ketua Tim Sinkronisasi untuk Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, yang menolak mentah-mentah bahwa Ahmad Dhani dan bininya Mulan Jameela itu adalah bagian dari Tim Transisi.

Ahmad Dhani pun meradang, ngambek dan muring-muring kayak wanita hamil muda yang ngidam kedongdong tidak kesampaian karena merasa perjuangannya yang berdarah-darah selama ini dalam dunia persilatan Pilkada DKI 2017 tidak diakomodir di Tim Sinkronisasi.

Kasihan, sudah bela mati-matian Anies-Sandi dengan memfitnah Ahok tiada henti, tapi tidak dapat apa-apa, cuma ketiban DOSA doang. Kapokmu kapan?

Niatannya mau kavling-kavling proyek abal-abal dengan dalih ingin menjadikan Jakarta sebagai kota museum bersama dengan Fadli Zon itu kini punah tidak.berbekas karena ditelikung Sudirman Said yang bilang bahwa semua ide yang masuk belum tentu langsung jadi kebijakan Anies-Sandi.

Selain Ahmad Dhani yang muring-muring tidak karuan, ternyata banyak dari mereka para kaum bumi peang, kaum sesapian dan kaum titik-titik yang juga mulai saling sikat satu sama lain karena merasa jasa mereka paling besar memenangkan Anies-Sandi dalam pilkada DKI 2017.

Tanpa urat malu, muka tembok, kulit badak, mereka saling sikat dan saling serang satu sama lainnya. Tentu saja saya sebagai warga DKI tidak rela uang Pajak yang saya setor ke.negara dipakai buat menggaji para tuyul yang tidak punya rasa malu itu yang mulai nagih jatah hasil penjualan Surat Almaidah 51.

Kita yang waras menyikapi fenomena yang memalukan ini dengan lucu. Tim Sinkronisasi mereka sudah kayak pasar yang penuh sampah dan laler serta gerombolan preman gembel yang siap gebuk satu sama lain di antara mereka yang berteriak menagih janji.

Anies-Sandi mestinya punya tanggung jawab moral untuk menampung semua keinginan mereka. Siapa suruh mau jadi Gubernur dan Wakil Gubernur. Berani berbuat, berani bertanggung jawab.

Kita buktikan saja, mampukah Anies-Sandi mengelola jakarta selama lima tahun ke depan dengan kondisi tim di bawah mereka yang kini mulai kampungan, liar, gila jabatan, saling berteriak sahut menyahut tidak karu-karuan, persis seperti para penyamun dan gengster ala Yakuza. Mau dibawa kemana Jakarta ini?

Siapapun mereka yang kini saling ribut jabatan dalam tim Anies-Sandi tentunya pasti punya misi dan tujuan masing-masing. Ibaratnya, tidak ada makan siang gratis. Yang penting program OKE-OCE Ogah Kerja Ogah Cape jalan terus, semua permasalahan bisa diselesaikan lewat program yang mantap surantap itu, pasti sukseslah.

Namun satu hal yang mereka lupa, APBD masih di kunci Ahok dengan Password yang tembusannya ke KPK dan BPK. Tentu saja spekulasi proyek abal-abal ala Abu Nawas dan program aneh-aneh dari para tim penjual ayat dan peneror mayat tersebut bakalan lucu bin aneh.